Manajemen Strategis


Mata Kuliah: Manajemen Strategis
Judul: Analisis Strategis PT Sang Hyang Seri (Persero)

PT. Sang Hyang Seri (Persero) berdiri pada tahun 1971 Melalui Peraturan Pemerintah No.22 Tahun 1971 dengan  status PERUM (Perusahaan Umum) di Sukamandi  Subang, Provinsi Jawa Barat. Pada than 1995 statusnya berubah menjadi perusahaan persero.
SHS merupakan BUMN yang memproduksi benih padi, jagung, kacang-kacangan dan sayuran.  Seiring dengan perkembangan jaman, semakin banyak perusahaan swasta yang bermunculan sebagai kompetitor BUMN ini. Sehingga perlu dilakukan analisis SWOT untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan perusahaan agar dapat menentukan strategi yang terbaik.

Analisis SWOT PT SHS.

1.    Peluang:
-    Perkembangan Teknologi
Teknologi yang ada dimanfaatkan untuk melakukan penelitian terapan yang
menunjang usaha pokok dan pengembangan bisnis baru yang menguntungkan. Aktivitas yang dilaksanakan adalah :
a.    Perbaikan / pemurnian varietas lokal spesifik.
b.    Perbaikan sifat varietas unggul yang telah dirilis.
c.    Melakukan uji adaptasi untuk mendapatkan varietas baru (padi hibrida, jagung hibrida).
d.    Membuat varietas padi komposit (campur sari).
e.    Penelitian teknologi agronomis terapan guna peningkatan Indeks Pertanaman Percobaan Turiang, Pelaksanaan Tanpa‐Olah‐Tanah (TOT), Tebar‐Benih‐Langsung (Tabela) serta tanaman palawija.
f.    Penelitian Bioteknologi kerjasama dengan formulator dengan memanfaatkan sisa tanaman antara lain kompos, pakan ternak, PPC organic, PPC semi organic, Insektisida organik.
g.    Pengkajian Pola Kemitraan Usaha Agribisnis baik untuk padi maupun palawija.
h.    Pengembangan usaha dengan memanfaatkan merek dan jaringan perusahaan.
i.    Pengembangan Pusat Pelatihan Agribisnis.
-    Permintaan Pasar
kebutuhan benih padi nasional tahun ini 331467 ton pada lahan padi nasional seluas 12,66 juta hektar.Tingginya permintaan ini telah mendorong investasi disektor pembenihan padi seperti terlihat dengan makin banyaknya perusahaan swasta baik nasional maupun asing yang menanamkan modalnya  di sektor pembenihan baik dengan melakukan pendirian perusahaan pembenihan baru maupun dengan melakukan perluasan kapasitas produksinya.
-   Loyalitas Pelanggan
Sebagai salah satu BUMN pembenihan di Indonesia, PT SHS telah memiliki banyak pelanggan di seluruh Indonesia.  Banyaknya pelanggan yang menggunakan produk PT SHS disebabkan karena harganya yang terjangkau, mudah ditemukan dan banyaknya varian benih yang bisa dipilih sesuai dengan kondisi iklim dan keadaan lahan para petani. 
-    Tawaran Kerjasama
Semakin berkembangnya industri pembenihan di Indonesia membuat banyak investor yang tertarik untuk menjadi mitra usaha PT SHS baik dalam pengembangan varian baru maupun pemasaran hasil produksi.  Beberapa kerjasama yang telah dilakukan oleh PT SHS adalah:
a.    Kerjasama dengan Devgen NV Belgia dalam rangka Pengembangan Bersama Hibrida Baru.
b.    Kerjasama dengan Devgen Rice Indonesia PTE LTD dalam Produksi Benih Padi Hibrida Tropis.
c.    Kerjasama dengan PT. Redy Mulya Abadi dalam uji multi lokasi Jagung Hibrida.
d.    Melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LRPI) dalam Pengembangan dan Pemasaran Produk Hasil Penelitian dibawah LPRI.
e.    Kerjasama dengan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) dalam hal Pengembangan dan Pemasaran Benih Kelapa Sawit.
f.    Penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian dalam hal Kerjasama Penelitian dan Alih Teknologi Pertanian.
g.    Kerjasama dengan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi dalam hal Penyediaan Benih Sumber (BS) VUB, Perbanyakan Benih F1 Hibrida Publik, Pengujian Daya Hasil Lanjutan dan Multilokasi serta Pelepasan Varietas Padi Inbrida dan Hibrida.
h.    Melakukan penandatanganan Perjanjian Usaha Patungan (PUP) dengan PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero), PT Pupuk Kujang, Perum Jasa Tirta dan Perum Perhutani dalam Pendirian PT Bakti Usaha Menanam Nusantara Hijau Lestari I (PT BUMN‐HL)
i.    Kerjasama dengan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) dalam Pengelolaan Dana Program Kemitraan Dalam Peningkatan Pendapatan Petani Casava Sidrap melalui Corporate Farming Management.
j.    Kerjasama dengan PT e‐Farm Bisnis Indonesia dalam Program Pemberdayaan Petani Ubi Kayu Sulawesi Selatan melalui Corporate Farming Management.
k.    Melakukan Kerjasama Penyaluran Kredit Program Peningkatan Pendapatan Petani Penangkar melalui Farming Management dengan PT Pertamina.
l.    Melakukan Kerjasama Pengelolaan Dana Program Kemitraan dalam Peningkatan Pendapatan Petani Casava melalui Farming Management dengan PT Bank Tabungan Negara.
-    Kebijakan Pemerintah
Regulasi mengenai perbenihan mendukung pengembangan industri benih di dalam negeri karena menurut peraturan yang berlaku, importir benih sudah harus bisa memproduksi sendiri benih apabila sudah mengimpor selama dua tahun.

2.    Ancaman:
-    Perubahan iklim
Turunnya permintaan benih di dalam negeri seperti benih padi dan jagung disebabkan oleh anomali iklim yang membuat petani lebih memilih berhati-hati melakukan penanaman.
-    Kekuatan pesaing, kompetitor
Sejak tahun 2006, industri benih tanaman pangan di Indonesia mulai berkembang pesat ditandai dengan berdirinya  beberapa perusahaan swasta  nasional maupun asing yang memproduksi benih padi dan jagung hibrida dengan volume yang cukup berarti.  Beberapa produsen tersebut antara lain:
a.    PT Bisi Internasional Tbk.
Bisi merupakan salah satu produsen benih yang ekspansif. Sebelumnya pada tahun 2008 perusahaan ini telah meningkatkan kapasitas produksi benih jagung hibrida dengan membangun dua pabrik berkapasitas total 40.000 ton per tahun senilai Rp. 276 miliar. Peningkatan tersebut menjadikan kapasitas produksi jagung hibrida dari Bisi menjadi 60.000 ton per tahun.
b.    PT. DuPont Indonesia (Pioneer)
Perusahaan ini telah memasarkan benih jagung hibrida di Indonesia sejak tahun 1988 dengan merek Pioneer. Total jumlah varietas jagung hibrida yang sudah dilepas oleh Dupont di Indonesia sebanyak 23 jenis meskipun yang kini masih diproduksi dan dipasarkan tinggal 6 jenis saja yakni varietas P7, P11, P12, P13, P21, dan P23. Sejak tahun 2007, DuPont melepas benih padi hibrida yakni Padi Pioner 1 (PP1) dan PP2. pengembangan benih padi hibrida ini dilakukan oleh DUPont.
c.    PT. Bayer Indonesia, CropScience Business Group.
Produksi padi bersertifikat capai 181 ribu ton pertahun.
 -    Serbuan barang impor dan Trend Pembeli
Tanaman pangan Indonesia masih sangat bergantung pada bibit impor karena produsen benih tanaman pangan dalam negeri saat ini baru dapat memenuhi 50% dari total kebutuhan nasional.  Hal ini membuat petani lebih mengenal dan menggunakan  bibit impor daripada bibit yang diproduksi dalam negeri.
-    Industrialisasi
Industrialisasi benih telah merampas benih petani dengan memanipulasi benih tersebut, menandai dan mematenkannya sehingga memaksa para petani harus membeli benih baru dari industri setiap tahunnya.

3.    Kekuatan:
-    Kinerja research dan development dan Varian produk
Kondisi iklim di Indonesia telah mendorong PT SHS untuk menciptakan benih padi yang siap digunakan dalam musim apapun dan tahan terhadap hama penyakit.  Beberapa varietas baru yang diproduksi SHS adalah Fatmawati dan Gilirang. SHS juga melakukan pemurnian dan penjualan benih padi varietas lokal unggulan. Selain memproduksi benih padi unggul konvensional, SHS juga memproduksi benih padi hibrida yakni varietas Makro dan Rokan.
-    Jaringan distribusi
Dalam rangka memenuhi permintaan petani akan bibit berkualitas PT SHS membuka SHS Shop di pelosok-pelosok sentra pertanian untuk menjamin tersedianya benih unggul berkualitas serta sarana produksi lainnya yang cocok.
-    Kerjasama dengan user
PT SHS adalah salah satu BUMN yang mendukung program Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K) yang dicanangkan oleh pemerintah.  Dalam menyukseskan program tersebut PT SHS menawarkan tiga opsi pilihan kepada petani yaitu sewa, bagi hasil, ataupun bantuan saprodi secara cuma-cuma.
-    Pengembangan kemampuan
Untuk meningkatkan kapasitas produksi benih unggul bersertifikat PT SHS telah membangun fasilitas produksi baru dengan kapasitas produksi 10.000 ton benih per tahun. 

4.    Kelemahan:
-    Kapasitas produksi
PT Sang Hyang Seri (SHS) baru mampu memproduksi benih padi sebesar 105 ribu ton benih padi hibrida dan inhibrida. Dari jumlah itu untuk benih padi hibrida sekitar 4.000-5.000 ton, sisanya padi inhibrida.  Jumlah tersebut baru dapat mencukupi kebutuhan benih nasional sebesar 30%.
-    Keterbatasan modal
Keterbatasan modal yang dimiliki telah menghambat PT SHS untuk melakukan kegiatan research terhadap produk benih yang dibutuhkan petani maupun promosi varian produk yang mereka miliki
-    Kualitas SDM
Kualitas SDM yang rendah masih menjadi salah satu penghalang dalam menciptakan produk benih berkualitas yang tahan akan hama penyakit dan cocok dengan kondisi iklim di Indonesia.

Daftarkan email mu disini untuk mengikuti update KabarPajak:

0 Response to "Manajemen Strategis"

Post a Comment