Meterai 2014

Meterai 2014
Melengkapi posting sebelumnya tentang Pengertian Umum Bea Meterai, Pemeteraian Kemudian, dan Pelaksana Pembubuhan Tanda Bea Meterai Lunas dengan Teknologi Percetakan, pada kesempatan kali ini ane lanjutkan tentang perubahan bentuk benda meteri.

Meterai 2014 ini mulai berlaku pada tanggal 17 Agustus 2014, sedangkan untuk Meterai 2009 (meterai yang beredar sekarang) tetap berlaku dan masih dapat dipergunakan sampai dengan tanggal 31 Maret 2015.

Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Meterai menyatakan bahwa Bea Meterai merupakan pajak yang dikenakan terhadap dokumen yang menurut Undang-undang Bea Meterai menjadi objek Bea Meterai. Atas setiap dokumen yang menjadi objek Bea Meterai harus sudah dibubuhi benda meterai atau pelunasan Bea Meterai dengan menggunakan cara lain sebelum dokumen itu digunakan.

Pada tanggal 22 April 2014, Menteri Keuangan Republik Indonesia menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65/PMK.03/2014 Tanggal 22 April 2014 tentang Bentuk, Ukuran, Dan Warna Benda Meterai

Bentuk, ukuran, dan warna benda meterai berupa Meterai Tempel Tahun 2014 dengan nilai nominal Rp3.000,00 (tiga ribu rupiah) adalah sebagai berikut:
a.     bentuk meterai tempel nominal Rp3.000,00 (tiga ribu rupiah) adalah segi empat dengan ukuran 32 mm x 24 mm;
b.     cetakan dasar menggunakan raster image dengan teks “DJP”, angka “3000”, dan logo Kementerian Keuangan yang berwarna dominan biru;
c.     cetakan utama mempunyai sifat dapat diraba dengan warna ungu dan color shifting green to blue (hijau-biru) yang terdiri dari:
1.    gambar Garuda lambang Negara Republik Indonesia di pojok kanan atas dengan warna ungu;
2.    teks “METERAI”, “TEMPEL” di sebelah kiri Garuda dengan warna ungu;
3.    mikroteks “DITJEN PAJAK”, di bawah teks “TEMPEL”;
4.    teks “TGL” dan angka “20” di bawah mikroteks “DITJEN PAJAK”;
5.    teks nominal “3000” di pojok kiri bawah dengan warna ungu;
6.    teks “TIGA RIBU RUPIAH” di bawah teks nominal “3000” dengan warna ungu;
7.    motif roset blok dengan color shifting green to blue (hijau-biru) di pojok kanan bawah;
d.     memiliki 17 (tujuh belas) digit nomor seri berwarna hitam;
e.     jenis kertas yang digunakan adalah kertas sekuriti UV dull berhologram, warna putih, berlapis pada satu sisi (one sided coated), dengan spesifikasi sebagai berikut:
1.    berat dasar kertas dan lem sekitar 96gr/m2 (sembilan puluh enam gram per meter persegi);
2.    terdapat lem kering (dry glue) pada sisi belakang;
3.    memiliki serat-serat tampak (visible fibres) berwarna biru dan fluorescent orange yang memendar oranye di bawah sinar UV;
4.    memiliki hologram stripe dengan gambar Garuda Pancasila, Logo Kementerian Keuangan, dan teks “PAJAK” berulang membentuk garis diagonal di sebelah kiri;
f.     memiliki perforasi bentuk bintang pada bagian tengah di sisi kiri, bentuk oval di sisi kanan dan kiri, dan bentuk bulat di semua sisi meterai tempel;
g.     meterai tempel dicetak melalui proses cetak offset, intaglio, dan digital;
h.     unsur pengaman terdiri dari:
1.    kertas sekuriti UV dull berlapis pada satu sisi dengan serat tampak berwarna biru dan fluorescent orange;
2.    hologram berwarna perak;
3.    special pattern image motif batik;
4.    raster image;
5.    mikroteks;
6.    tactile effect;
7.    visible fluorescent ink berwarna hijau;
8.    color shifting ink with taggant;
9.    perforasi bentuk bintang, oval, dan bulat.

Bentuk, ukuran, dan warna benda meterai berupa Meterai Tempel Tahun 2014 dengan nilai nominal Rp6.000,00 (enam ribu rupiah) adalah sebagai berikut:
a.     bentuk meterai tempel nominal Rp6.000,00 (enam ribu rupiah) adalah segi empat dengan ukuran 32 mm x 24 mm;
b.     cetakan dasar menggunakan raster image dengan teks “DJP”, angka “6000”, dan logo Kementerian Keuangan yang berwarna dominan hijau;
c.     cetakan utama mempunyai sifat dapat diraba dengan warna ungu dan color shifting magenta to green (magenta-hijau) yang terdiri dari:
1.    gambar Garuda lambang Negara Republik Indonesia di pojok kanan atas dengan warna ungu;
2.    teks “METERAI”, “TEMPEL” di sebelah kiri Garuda dengan warna ungu;
3.    mikroteks “DITJEN PAJAK”, di bawah teks “TEMPEL”;
4.    teks “TGL” dan angka “20” di bawah mikroteks “DITJEN PAJAK”;
5.    teks nominal “6000” di pojok kiri bawah dengan warna ungu;
6.    teks “ENAM RIBU RUPIAH” di bawah teks nominal “6000” dengan warna ungu;
7.    motif roset blok dengan color shifting magenta to green di pojok kanan bawah;
d.     memiliki 17 (tujuh belas) digit nomor seri berwarna hitam;
e.     jenis kertas yang digunakan adalah kertas sekuriti UV dull berhologram, warna putih, berlapis pada satu sisi (one sided coated), dengan spesifikasi sebagai berikut:
1.    berat dasar kertas dan lem sekitar 96gr/m2 (sembilan puluh enam gram per meter persegi);
2.    terdapat lem kering (dry glue) pada sisi belakang;
3.    memiliki serat-serat tampak (visible fibres) berwarna biru dan fluorescent orange yang memendar oranye di bawah sinar UV;
4.    memiliki hologram stripe dengan gambar Garuda Pancasila, Logo Kementerian Keuangan, dan teks “PAJAK” berulang membentuk garis diagonal di sebelah kiri;
f.     memiliki perforasi bentuk bintang pada bagian tengah di sisi kiri, bentuk oval di sisi kanan dan kiri, dan bentuk bulat di semua sisi meterai tempel;
g.     meterai tempel dicetak melalui proses cetak offset, intaglio, dan digital;
h.     unsur pengaman terdiri dari:
1.    kertas sekuriti UV dull berlapis pada satu sisi dengan serat tampak berwarna biru dan fluorescent orange;
2.    hologram berwarna perak;
3.    special pattern image motif batik;
4.    raster image;
5.    mikroteks;
6.    tactile effect;
7.    visible fluorescent ink berwarna hijau;
8.    color shifting ink with taggant;
9.    perforasi bentuk bintang, oval, dan bulat.

Daftarkan email mu disini untuk mengikuti update KabarPajak:

0 Response to "Meterai 2014"

Post a Comment