Pengkreditan PPh yang Dibayar atau Terutang di Luar Negeri


Pengkreditan PPh yang Dibayar atau Terutang di Luar Negeri

Contoh Pengkreditan PPh yang Dibayar atau Terutang di Luar Negeri
PT A DI INDONESIA PEMEGANG SAHAM TUNGGAL DARI Z Inc DI NEGARA X.  Z Inc. TSB DLM TAHUN 1995 MEMPEROLEH KEUNTUNGAN SEBESAR US$100.000,-.   PPh YG BERLAKU DI NEGARA X ADALAH 48% & PAJAK DIVIDEN ADALAH 38%.  PENGHITUNGAN PAJAK ATAS DIVIDEN ADALAH SBB :
KEUNTUNGAN Z Inc            US$ 100.000,-
PPh (CORPORATE INCOME TAX) ATAS
Z Inc : 48%                US$   48.000,- (-)
                    US$   52.000,-
PAJAK ATAS DIVIDEN (38%)            US$  19.760,-  (-)
DIVIDEN YG DIKIRIM KE INDONESIA        US$  32.000,-
PPh YG DPT DIKREDITKAN TERHADAP SELURUH PPh YG TERUTANG ATAS PT A ADALAH PAJAK YG LANGSUNG DIKENAKAN ATAS PENGHASILAN YG DITERIMA ATAU DIPEROLEH DI LUAR NEGERI, DLM CONTOH DI ATAS YAITU JUMLAH SEBESAR US$19.760.000,-
PPh (CORPORATE INCOME TAX) ATAS Z Inc. SEBESAR US$48.000,- TDK DPT DIKREDITKAN TERHADAP PPh ATAS PT A, KARENA TDK DIKENAKAN LANGSUNG ATAS PENGHASILAN YG DITERIMA PT A DARI LUAR NEGERI, MELAINKAN PAJAK YG DIKENAKAN ATAS KEUNTUNGAN Z Inc. DI NEGARA X.

Contoh Pengkreditan PPh yang Dibayar atau Terutang di Luar Negeri
PT C di Jakarta dalam tahun 2001 memperoleh penghasilan neto sebagai berikut: 
- Penghasilan dalam negeri                 = Rp. 2.000.000.000,00
- Penghasilan dari negara X (dengan tarif pajak 40%)    = Rp. 1.000.000.000,00
- Penghasilan dari negara Y (dengan tarif pajak 30%)    = Rp. 2.000.000.000,00 (+)
Jumlah penghasilan neto                 = Rp. 5.000.000.000,00
Apabila penghasilan neto sama dengan Penghasilan Kena Pajak, maka Pajak Penghasilan terutang        
menurut tarif Pasal 17 sebesar Rp.1.482.500.000,00.
Batas maksimum kredit pajak luar negeri setiap negara adalah : 
a. Untuk negara X = 
    Rp. 1.000.000.000,00   X  Rp.1.482.500.000,00 = Rp. 296.500.000,00
    Rp. 5.000.000.000,00
    Pajak yang terutang diluar negeri sebesar Rp.400.000.000,00 lebih besar dari batas
    maksimum kredit pajak yang dapat dikreditkan, maka jumlah kredit yang diperkenankan
    hanya sebesar  Rp.296.500.000,00.
b. Untuk negara Y = 
    Rp. 2.000.000.000,00 X Rp.1.482.500.000,00 = Rp.593.000.000,00
    Rp. 5.000.000.000,00
    Pajak yang terutang diluar negeri sebesar Rp.600.000.000,00 lebih besar dari batas   
    maksimum kredit pajak yang dapat dikreditkan, maka jumlah kredit pajak yang    
    diperkenankan adalah Rp.593.000.000,00.

Daftarkan email mu disini untuk mengikuti update KabarPajak:

0 Response to "Pengkreditan PPh yang Dibayar atau Terutang di Luar Negeri"

Post a Comment